Pemerintah tengah memperkuat langkah hilirisasi mineral melalui percepatan pembangunan Kawasan Industri Alumina Toba di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Kawasan industri ini digadang-gadang menjadi pusat pemrosesan nikel dan bauksit, dua komoditas strategis yang selama ini memiliki nilai tambah yang sangat besar setelah melalui proses pengolahan lanjutan.

Sebagai bentuk keseriusan, Dinas Perhubungan Kabupaten Sanggau bersama sejumlah instansi terkait telah mulai membahas penyusunan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) sebagai bagian dari prasyarat teknis pembangunan kawasan. Ini adalah prosedur penting yang bertujuan untuk memastikan bahwa mobilitas alat berat, kendaraan logistik, dan transportasi pendukung industri dapat berjalan aman dan terencana.

Langkah ini juga memperkuat dukungan pemerintah daerah terhadap penetapan kawasan tersebut sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), selaras dengan visi Presiden Prabowo untuk mempercepat hilirisasi industri mineral, memperkuat ketahanan energi, dan menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di luar Jawa, khususnya di Kalimantan Barat.

Geotextile Woven merk Urban Plastic (2)
Geotextile Woven merk Urban Plastic

Tantangan Pembangunan Kawasan Industri Alumina Toba

Kalimantan Barat merupakan salah satu daerah dengan cadangan bauksit terbesar di Indonesia, sementara industri pemurnian alumina (hasil pengolahan bauksit) terus menunjukkan kebutuhan yang meningkat, baik untuk pasar domestik maupun global. Hal inilah yang membuat pemerintah menjadikan area tersebut sebagai salah satu fokus utama dalam proyek Nasional. Namun, tantangan utama dari pembangunan ini adalah jenis tanahnya yang cukup kompleks dan beragam, seperti:

  • Tanah Laterit dan Berlempung Tinggi

Jenis tanah di daerah ini memiliki laterit serta lempung tinggi dengan karakteristik  daya dukung rendah, terutama ketika basah. Teksturnya cenderung menjadi sangat lengket, mudah mengembang dan menyusut, serta tidak stabil untuk pondasi infrastruktur berat.

  • Kandungan Besi Tinggi

Kondisi tanah laterit membuat Kawasan Industri Alumina Toba mengandung banyak Fe dan Al, menyebabkan tingkat keasaman tertentu, sehingga mempengaruhi kompatibilitas material pondasi tertentu.

  • Risiko Penurunan (Settlement) yang Tinggi

Kadar air tanah yang cukup tinggi juga membuat tanah dasarnya jadi mudah mengalami softening saat musim hujan. Otomatis, area ini jadi rawan mengalami penurunan yang tidak merata. Ditambah, kontur area banyak yang  bergelombang, sehingga dibutuhkan adanya stabilisasi lereng. Apalagi dengan beban industri yang cukup besar, mulai dari jalan hauling, pondasi pabrik alumina, stockpile mineral, tank farm, fasilitas logistik, hingga jalur utilitas, membuat kondisi tanah demikian tentu tidak bisa dibiarkan tanpa penanganan rekayasa geoteknik sejak awal.

Solusi Rekayasa Lahan Pembangunan Kawasan Industri Alumina Toba dengan Geotextile

Banyaknya tantangan utama yang dihadapi oleh Pembangunan Kawasan Industri Alumina Toba, membuat penggunaan geotextile menjadi salah satu solusi paling efektif dan efisien untuk meningkatkan kekuatan tanah dasarnya. Opsi ini tidak hanya lebih efisien, tapi juga cepat dipasang dan mampu memberikan manfaat teknis yang sangat penting pada kondisi tanah Kalimantan Barat, seperti:

  • Pemerataan Distribusi Beban

Jika berbicara tentang proyek pembangunan pabrik alumina, maka gudang penyimpanan, dan jalur transportasi logistik menjadi fokus lain yang tidak bisa dipisahkan. Itulah mengapa, dibutuhkan pondasi tanah yang sangat stabil, salah satunya dengan aplikasi Geotextile woven.

Pada tanah laterit yang mudah melemah ketika jenuh air, woven geotextile membantu memperkuat subgrade sehingga tidak mudah rusak atau tenggelam. Apalagi, material ini memiliki daya tarik yang sangat tinggi, sehingga bukan hanya mampu menahan terjadinya deformasi, tapi juga distribusi beban jalan yang lebih merata.

  • Menjaga Pemisahan Lapisan Tanah dan Agregatnya

Masalah lain dari pembangunan kawasan industri Alumina Toba, salah satu tantangan adalah kondisi tanah dasar yang cenderung lunak, berbutir halus, dan rentan bercampur dengan material agregat yang ditumpuk di atasnya. Jika tidak ada  lapisan pemisah, maka akan muncul masalah saat pembangunan sudah mulai dijalankan, seperti rutting atau jalur cekung karena agregat “tenggelam” ke dalam tanah.

Bahkan juga bisa terjadi pencampuran antara lapisan tanah dan agregat, bahkan hingga oven-consumption karena kontraktor harus terus-menerus menambah agregat baru untuk menggantikan yang hilang ke tanah. Itulah mengapa, Geotextile Woven digunakan untuk menjadi penghalang mekanis antara tanah dasar yang lunak dan agregat di atasnya dengan tujuan untuk mencegah migrasi partikel tanah ke dalam lapisannya. Sekaligus, menahan agregat agar tidak turun ke dalam akibat beban alat berat, jadi umur jalan bisa lebih panjang.

  • Optimalisasi Sistem Drainase dan Filtrasi pada Kawasan Industri

Terakhir, Pada Kawasan Industri Alumina Toba, pengelolaan air adalah hal krusial. Proses produksi alumina membutuhkan banyak air, sementara curah hujan Kalimantan Barat sangat tinggi. Kombinasi ini membuat area sangat rentan banjir jika sistem drainase tidak direncanakan dengan baik. Untuk itu, Geotextile non-woven juga dapat diaplikasikan untuk menahan partikel halus agar tidak menyumbat drainase, mencegah erosi sekaligus menguatkan kolam retensi dan saluran air agar tetap stabil meski debit airnya besar.

Geotextile_Non_Woven

Penuhi Segala Kebutuhan Geotextile Berkualitas hanya di Urban Plastic

Dalam rangka mendukung Pembangunan Kawasan Industri Alumina Toba, Urban Plastic hadir untuk memenuhi segala kebutuhan material Geotextile berkualitas mulai dari woven hingga non-woven dalam berbagai ukuran. Urban Plastic sudah berpengalaman sejak lama dalam menyediakan produk yang kuat, tahan lama, dan sesuai standar industri untuk berbagai proyek nasional maupun internasional. Dengan pengiriman cepat dan stok lengkap, Urban Plastic dapat menjadi opsi mitra terbaik dalam membangun infrastruktur industri yang stabil, aman, dan berkelanjutan.

Perusahaan PT. Urban Plastik Indonesia adalah Pabrik Plastik di Indonesia yang menjual produk-produk plastik seperti Tali Rafia, Plastik Cor, Plastik Sampah, Plastik Mulsa, Selang Irigasi, Plastik Singkong, Kantong Mayat, Karung Plastik, Geotextile Non Woven, Geomembrane, Geobag, Welding Rod, biji plastik, terpal plastik, Geogrid dan Geomat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Geotextile Woven merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 811 1721 338  (Ais) atau: Email: info@urbanplastic.id.