Sejak awal 2025, Presiden Prabowo Subianto menetapkan 77 Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui Peraturan Presiden No. 12 tahun 2025 tentang RPJMN 2025-2029. Dari 77 proyek itu, lima dilakukan di wilayah Provinsi Riau, termasuk Kawasan Industri Hijau Futong yang fokus pada efisiensi energi, sentra ekonomi baru, dan pengelolaan lingkungan.
Namun karakteristik tanahnya yang banyak mengandung lempung lunak dan kadar air tinggi, proyek ini menghadapi tantangan teknis, dimana material modern seperti geotextile menjadi solusi utama untuk meningkatkan daya dukung tanah dan memperpanjang umur struktur.
Hambatan Pembangunan Kawasan Industri Hijau Futong Riau
Kawasan Industri Hijau Futong sebenarnya terkenal dengan lahan gambutnya, yang memiliki karakteristik tanah dengan daya dukung rendah, kadar organik tinggi, serta tingkat konsolidasi tanah yang sangat lambat.
Itulah mengapa, dalam rangka menyukseskan PSN mandat dari Presiden di wilayah Futong ini akan menghadapi banyak hambatan teknis, seperti:
1. Tanah Lempung Lunak dan Gambut
Area Futong memiliki lapisan tanah lembek atau biasa dikenal sebagai soft clay. Tanah ini memiliki ciri-ciri seperti tingkat kompresibilitas tinggi, nilai SPT (Standard Penetration Test) atau kerapatan tanah yang rendah, sekaligus risiko besar terjadinya penurunan (settlement).
Tanah dengan karakteristik ini tentu tidak dapat langsung menahan beban infrastruktur seperti jalan, pabrik, gudang logistik, dan utilitas lainnya tanpa adanya perbaikan tanah sebelumnya.
2. Kadar Air Tinggi
Selain itu, kelembaban tanah yang ekstrem membuat tanah menjadi sangat plastis dan mudah mengalami deformasi.
Jadi saat diberi beban, tanah akan cenderung menyebar ke samping dan kehilangan stabilitasnya. Hal yang sangat riskan dalam sebuat proyek pembangunan.
3. Proses Konsolidasi Alami Sangat Lama
Tanpa adanya intervensi teknologi, proses konsolidasi alami untuk pembangunan kawasan Industri Hijau Futong diperkirakan bisa bisa memakan waktu bertahun-tahun. Ini tidak mungkin diterapkan pada proyek dengan target waktu yang ketat, seperti PSN.
Oleh karena itu, diperlukan metode stabilisasi tanah yang tepat, cepat, dan efektif. Di sinilah geotextile memainkan peranan yang sangat penting untuk stabilisasi tanah.
Aplikasi Geotextile pada Pembangunan Kawasan Industri Hijau Futong
Pembangunan Kawasan Industri Hijau Futong ini direncanakan untuk pemerataan akses jalan, sekaligus pembentukan pondasi pabrik dan gudang yang dapat mendulang ekonomi masyarakat sekitar.
1. Pembangunan Jalan Akses dan Jalan Internal Kawasan
Akses jalan merupakan elemen vital dalam sebuah kawasan industri seperti Futong. Dengan kondisi tanah yang lunak, tanpa perbaikan tanah risiko kerusakan jalan menjadi sangat tinggi.
Oleh karena itulah, penggunaan geotextile woven pada lapisan dasar jalan memberikan keuntungan mengurangi penurunan diferensial, memperkuat struktur agregat, menghemat ketebalan timbunan (cost saving 20–40%), sekaligus mencegah pumping dan rutting (kerusakan yang terjadi karena pengerasan jalan).
Aplikasi geotextile woven berkualitas tentu dapat secara otomatis menghasilkan jalan yang kuat dan tahan lama, bahkan di atas tanah gambut.
2. Pondasi Bangunan Pabrik dan Gudang
Bangunan industri Futong juga membutuhkan pondasi yang stabil untuk menopang beban mesin, struktur baja, dan peralatan berat, khususnya untuk bangunan pabrik dan gudang.
Namun dengan aplikasi Geotextile Woven, hal ini dapat membantu menyebarkan beban (load distribution) dan meningkatkan kapasitas dukung tanah, sehingga efektif untuk mengurangi risiko longsor lateral.
Jika dikombinasikan dengan metode lain seperti prefabricated vertical drain (PVD) atau soil improvement, maka proses stabilisasi bisa akan berlangsung lebih cepat.
3. Area Tandon, Lagoon, dan Pengolahan Limbah
Kawasan Industri Hijau Futong juga membutuhkan fasilitas pengolahan air dan limbah yang aman. Karena itu, selain geotextile woven, geotextile non-woven diperlukan sebagai lapisan dasar penguat tanah sekaligus protection layer bagi geomembrane.
Tanpa lapisan pelindung ini, tanah lunak di area Futong dapat merusak geomembrane dan memicu kebocoran, kontaminasi tanah, serta kegagalan sistem pengolahan air dan limbah.
Pada skala industri besar seperti Futong, kegagalan tersebut dapat menyebabkan air limbah merembes ke lingkungan, mencemari air tanah, dan menimbulkan biaya perbaikan yang jauh lebih besar dibandingkan investasi awal pada sistem pelindung yang tepat.
4. Pengamanan Lereng dan Timbunan
Pada area timbunan tinggi, geotextile woven berfungsi mencegah erosi dan meningkatkan stabilitas lereng, hal yang sangat penting mengingat tanah di kawasan Futong cenderung lunak, jenuh air, dan berdaya ikat rendah.
Tanpa adanya proses penguatan, timbunan pada tanah seperti ini rentan longsor, bergeser lateral, dan mengalami penurunan. Dengan menambah kekuatan tarik pada struktur tanah, geotextile woven membantu menjaga lereng tetap stabil meski menerima beban besar dari timbunan maupun infrastruktur di atasnya.
Dapatkan Geotextile Woven Berkualitas hanya di Urban Plastic
Semua keunggulan yang sudah disebutkan dalam pembangunan Kawasan Industri Hijau Futong tidak akan dapat tercapai tanpa dukungan geotextile woven yang mumpuni dan berkualitas. Material ini menjadi salah satu komponen kunci dalam memastikan stabilitas tanah, keamanan struktur, serta efisiensi pembangunan di atas lahan lunak khas Provinsi Riau.
Kabar baiknya, berbagai kebutuhan geotextile untuk mendukung proyek nasional di Futong dapat Anda peroleh dengan mudah melalui Urban Plastic, penyedia material geosintetik terpercaya yang telah berpengalaman melayani proyek konstruksi skala kecil hingga nasional.
Urban Plastic menyediakan beragam jenis geotextile woven dan non-woven dengan standar kualitas tinggi, kekuatan tarik teruji, dan ketahanan terhadap kondisi lapangan yang ekstrem, persis seperti yang dibutuhkan untuk kawasan industri besar berbasis tanah lunak.
Perusahaan PT. Urban Plastik Indonesia adalah Pabrik Plastik di Indonesia yang menjual produk-produk plastik seperti Tali Rafia, Plastik Cor, Plastik Sampah, Plastik Mulsa, Selang Irigasi, Plastik Singkong, Kantong Mayat, Karung Plastik, Geotextile Non Woven, Geomembrane, Geobag, Welding Rod, biji plastik, terpal plastik, Geogrid dan Geomat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Geotextile Woven merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 811 9151 338 (Anna) atau: Email: info@urbanplastic.id