Bulan Oktober lalu, Presiden Prabowo Subianto menghapus dua proyek strategis nasional (PSN), yakni PIK 2 Tropical Coastland dan Provinsi Banten, dan menambahkan beberapa kawasan industri baru, termasuk Kumai Multi Energi (KIKME) di Kalimantan Tengah.

Kawasan ini direncanakan menjadi pusat logistik, energi, dan industri pengolahan komoditas seperti kelapa sawit, perikanan, dan hasil hutan. Namun, seperti wilayah pesisir Kalimantan lainnya, pembangunan di Kumai menghadapi tantangan akibat kondisi tanah yang didominasi tanah lunak, gambut, dan rawa berair.

Untuk memastikan pembangunan tetap stabil dan berkelanjutan, dibutuhkan teknologi perkuatan tanah yang tepat. Salah satu solusi efektif adalah penggunaan geotextile, yang mampu mengatasi karakteristik tanah bermasalah sekaligus menekan biaya pemeliharaan jangka panjang.

Berbagai Tantangan Pembangunan Kawasan Industri Kumai Multi Energi

Wilayah Kumai terletak di daerah delta dan pesisir yang berdekatan dengan Sungai Kumai serta kawasan mangrove. Akibatnya, sebagian besar lapisan tanahnya terdiri dari:

1. Tanah Gambut

Tanah gambut yang memiliki karakteristik kandungan air sangat tinggi, daya dukung rendah, mudah mengalami penurunan (settlement), serta tidak stabil terhadap beban berat.

Ketebalan gambut di beberapa titik bisa mencapai lebih dari dua meter, yang tentu berisiko pada struktur bangunan industri berat.

2. Tanah Lempung Lunak (soft clay)

Selain gambut, lahan di area ini juga memiliki jenis lempung lunak, sehingga memiliki sifat kompresibilitas tinggi namun permeabilitas dan gaya gesernya rendah.

Tanah jenis ini sangat bermasalah jika akan dikembangkan untuk pondasi jalan industri, area pergudangan, jalur pipa, dan area heavy equipment.

3. Tanah Rawa dan Aluvial

Terakhir, lapisan tanah aluvial juga banyak di area Kumai yang terbentuk dari endapan sungai juga sering tidak terkonsolidasi sempurna dan sangat sensitif terhadap getaran serta perubahan beban.

Dengan kondisi seperti itu, pembangunan kawasan industri berisiko menghadapi penurunan tanah tidak merata, kegagalan timbunan, kerusakan jalan sebelum masa operasional, penurunan efisiensi logistik, sekaligus meningkatkan biaya pemeliharaan infrastruktur. Pada titik inilah geotextile menjadi solusi teknik yang tepat dan ekonomis.

Implementasi Geotextile Pada Pembangunan Kawasan Industri Kumai Multi Energi 

Dalam skenario pembangunan Kawasan Industri Kumai Multi Energi, ada beberapa titik strategis yang sangat membutuhkan geotextile antara lain:

1. Pembangunan Akses Jalan Industri

Untuk mendukung mobilisasi logistik energi dan komoditas di KIKME, jalan industri akan dilalui truk kontainer, trailer, alat berat, dan kendaraan operasional lainnya. Beban seperti ini sangat besar, apalagi jika melintas berulang. Pada kondisi tanah lunak dan gambut, tanpa perkuatan, jalan akan cepat amblas, bergelombang, dan membentuk alur roda (rutting).

Dengan pemasangan geotextile woven di atas tanah dasar, lalu diberikan tambahan lapisan agregat (base course),maka material ini akan memberikan banyak manfaat penting, seperti  menyebarkan beban kendaraan lebih merata, meningkatkan stabilitas lapisan pondasi jalan, sekaligus mengurangi ketebalan timbunan yang dibutuhkan. Hasilnya, jalan lebih kuat, awet, dan biaya perawatannya bisa ditekan.

2. Area Pergudangan dan Logistik

Rencana pembangunan Kawasan Industri Kumai Multi Energi juga mencakup area pergudangan dan logistik untuk penyimpanan komoditas, kontainer, hingga material berat. 

Area ini membutuhkan permukaan tanah yang stabil dan tidak mudah mengalami penurunan. Jika dibangun di atas tanah lunak tanpa perkuatan, permukaan dapat cepat retak, miring, atau bergelombang.

Karena itu, penggunaan geotextile woven sangat efektif sebagai pemisah sekaligus penguat awal untuk mencegah tanah lunak bercampur dengan agregat. Material ini dapat dikombinasikan dengan geogrid untuk mengunci (interlock) agregat sehingga timbunan menjadi lebih kaku dan mampu menahan beban berat.

3. Penimbunan Lahan Rawa dan Gambut

Pada lahan rawa dan gambut, material timbunan seperti tanah atau agregat sering “tenggelam” karena tanah dasar sangat lunak dan jenuh air, sehingga elevasi timbunan sulit tercapai dan mudah mengalami penurunan.

Dengan memasang geotextile di atas permukaan tanah lunak, material ini berfungsi sebagai pemisah dan “karpet penguat” yang menahan serta menyebarkan beban timbunan, sehingga proses penimbunan menjadi lebih stabil dan merata. 

Pada beberapa kondisi, geotextile juga digunakan secara berlapis untuk memperkuat embankment atau timbunan tinggi.

4. Pondasi Instalasi Energi

Sebagai kawasan multi energi, KIKME berpotensi memiliki instalasi bioenergi, solar farm, tangki penyimpanan bahan bakar, hingga jaringan pipa distribusi. Semua fasilitas ini membutuhkan pondasi yang stabil dan minim penurunan, yang menjadi tantangan pada tanah lunak dan gambut.

Karena itu, penggunaan geotextile woven efektif untuk memperkuat lapisan tanah sebelum pemasangan pondasi dangkal atau slab beton. 

Material ini membantu mengurangi risiko pondasi retak atau miring serta memastikan distribusi beban lebih merata. Untuk solar farm, geotextile juga menstabilkan tapak tiang atau pedestal panel surya agar struktur tidak mudah turun dan orientasi panel tetap optimal.

Urban Plastic: Solusi Kebutuhan Geotextile untuk Dukung Proyek Pembangunan

Saat ini, Anda juga bisa mendapatkan berbagai geotextile berkualitas mulai dari woven hingga non-woven terpercaya hanya di Urban Plastic. Jangan khawatir, Urban Plastic telah berpengalaman menangani berbagai kebutuhan material plastik mulai dari proyek berskala nasional hingga mancanegara,sehingga tidak perlu diragukan lagi kualitasnya.

Selain menyediakan produk yang tahan lama dan sesuai standar teknis, Urban Plastic juga menawarkan layanan konsultasi untuk membantu memilih jenis geotextile paling tepat sesuai kondisi tanah dan kebutuhan proyek Anda. 

Perusahaan PT. Urban Plastik Indonesia adalah Pabrik Plastik di Indonesia yang menjual produk-produk plastik seperti Tali Rafia, Plastik Cor, Plastik Sampah, Plastik Mulsa, Selang Irigasi, Plastik Singkong, Kantong Mayat, Karung Plastik, Geotextile Non Woven, Geomembrane, Geobag, Welding Rod, biji plastik, terpal plastik, Geogrid dan Geomat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Geotextile Woven merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 811 1721 338 (Ais) atau: Email: info@urbanplastic.id