Tak sedikit yang penasaran dengan apakah kain drainase sama dengan kain lanskap? Keduanya memang sama-sama dibuat dari bahan sintetis. Akan tetapi, keduanya memiliki fungsi utama yang berbeda. Apabila tertarik untuk menggunakannya, ada baiknya mengetahui perbedaannya terlebih dulu. Hal ini tidak lain supaya tak salah dalam memanfaatkannya. Perbedaan tersebut juga membuat pemanfaatannya jadi terasa lebih optimal.

Apakah Kain Drainase Sama Dengan Kain Lanskap?

Kain drainase tidak sama dengan kain lanskap. Hal ini bisa diketahui dari sejumlah pembedanya. Adapun perbedaannya tampak jelas dari segi pengaplikasian, daya tahan, spesifikasi teknik dan masih banyak lainnya.

geotextile non woven proyek Urban Plastic-1
Geotextile Non Woven

Perbedaan Kain Drainase dan Kain Lanskap

Untuk mengetahui bagaimana detail perbedaannya, bisa menyimak uraian lengkapnya di bawah ini.

Fungsi Utama

Salah satu hal yang membedakan keduanya yaitu dari segi fungsi utama. Kain drainase biasanya digunakan untuk teknik sipil maupun jalan. Berbeda dengan kain lanskap yang seringkali berguna untuk pengendalian gulma hingga berkebun.

Berkaitan dengan fungsi utama tersebut, pada dasarnya kain drainase berguna untuk memastikan apakah aliran airnya berjalan lancar atau tidak. Kain drainase ini juga berfungsi untuk menahan partikel tanah supaya tak menyumbat saluran air atau sistem perpipaan.

Dalam pengolahan tanah, kain drainase juga efektif untuk tingkatkan kualitas tanah. Bahkan kain ini juga mampu mendukung beragam jenis proyek konstruksi dan lanskap. Selanjutnya kain lanskap, fungsinya memang untuk mengendalikan pertumbuhan gulma dan menjaga kelembaban tanah. Jenis kain ini juga bisa mencegah lapisan humus ataupun mulsa hanyut di area taman.

Kekuatan Tarik

Nyatanya perbedaan keduanya juga tampak jelas dari kekuatan tariknya. Dalam hal ini, kain drainase memiliki kekuatan tarik hingga 20-200 kN/m. Lain halnya dengan kain lanskap yang memiliki kekuatan tarik hanya 5-15 kN/m.

Berbicara mengenai kekuatan tarik, sebenarnya tergantung dari pembuatannya. Pada umumnya, kain drainase menggunakan tipe non-woven atau tanpa tenun. Bahan tersebut lebih tebal dan mirip karet sehingga efisien untuk penyaringan optimal. Hal inilah yang membuat kekuatan tariknya tinggi.

Sedangkan untuk kain lanskap, biasanya berupa woven atau tenun. Meski begitu, ada juga yang tersedia dalam tipe non-woven. Jika kita bandingkan dengan kain drainase murni, rata-rata kain lanskap cenderung lebih ringan dan tipis. Oleh sebab itu, kekuatan tarik kain lanskap seringkali lebih rendah.

Resistensi UV

Untuk mengetahui perbandingan kain drainase dan kain lanskap, ternyata juga bisa mencermati resistensi UV yang dimilikinya. Untuk kain drainase, memiliki resistensi UV yang terbilang tinggi atau stabil. Sementara untuk kain lanskap, memiliki resistensi UV rendah sampai sedang.

Resistensi UV ini bisa mempengaruhi tingkat ketahanan kainnya. Karena memiliki resistensi UV yang tinggi, kain drainase mampu tahan dalam jangka panjang. Bahkan tetap stabil meski di dalam tanah untuk menopang beban yang berat.

Selanjutnya untuk kain lanskap dengan resistensi UV rendah sampai sedang, ternyata memiliki ketahanan bervariasi. Bahkan apabila terkena sinar matahari secara terus-menerus, ada beberapa jenis kain lanskap yang mengalami kerusakan. Hal ini menandakan bahwa tingkat daya tahannya tidak lebih baik dari kain drainase.

geotextile non woven proyek Urban Plastic-9

Kini tak perlu bingung lagi dengan pertanyaan apakah kain drainase sama dengan kain lanskap? Keduanya jelas tidak sama. Jika bingung memilih atau hendak menggunakannya, perhatikan saja perbedaan di atas. Kecermatan dalam memilih bisa membuat pengguna tak kecewa atau merugi nantinya. Penggunaan kain jadi lebih tepat sasaran sehingga juga berdampak positif pada hasilnya nanti.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Geotextile Non Woven merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 811 1721 338  (Ais) atau: Email: info@urbanplastic.id.