Ada kejadian yang sering berulang di proyek. Jalan atau halaman parkir mulai bergelombang dan amblas setelah satu dua musim hujan, padahal waktu dikerjakan geotextile sudah dipasang sesuai gambar. Pengawas bingung, kontraktor bingung, dan biasanya yang pertama disalahkan adalah mutu materialnya.

Padahal di sebagian besar kasus, materialnya baik-baik saja. Yang bermasalah cara pemasangannya. Geotextile non woven itu lapisan yang tidak terlihat setelah pekerjaan selesai. Begitu tertimbun agregat, tidak ada yang bisa memeriksanya lagi. Jadi kalau ada yang salah saat menggelar, kesalahan itu ikut terkubur dan baru menampakkan diri bertahun-tahun kemudian.

Karena itu memahami cara pemasangan geotextile yang benar, sekaligus mengenali kesalahan pemasangan geotextile non woven yang paling sering terjadi, jauh lebih berguna daripada sekadar membandingkan spesifikasi produk di atas kertas.

Pastikan Dulu Jenisnya Memang Sudah Tepat

Sebelum bicara teknis pemasangan, ada satu hal yang perlu diluruskan karena sering jadi sumber kekecewaan.

Geotextile non woven dibuat dari serat yang disusun acak lalu diikat, bentuknya mirip kain felt. Karena susunan seratnya acak, air bisa lewat ke segala arah sambil partikel tanah tertahan. Inilah yang bikin dia jago di dua pekerjaan: memisahkan lapisan tanah yang berbeda, dan menyaring.

Yang perlu dipahami, non woven itu melar cukup banyak sebelum mencapai kekuatan tariknya. Jadi kalau yang dibutuhkan adalah perkuatan tanah, di mana lapisan harus menahan tarikan sejak awal, geotextile woven atau geogrid yang lebih tepat.

Memakai non woven untuk pekerjaan yang sebenarnya butuh perkuatan adalah kesalahan paling mahal, karena tidak ada cara pemasangan sebaik apa pun yang bisa menutupinya.

Cara Pemasangan Geotextile Non Woven Langkah demi Langkah

Menyiapkan Permukaan Tanah Dasar

Tahap ini yang paling menentukan, dan justru yang paling sering diburu-buru.

Bersihkan permukaan dari tunggul, akar, batu tajam, potongan kayu, sisa besi, dan apa pun yang runcing. Jangan berharap geotextile bisa menjembatani benda tajam yang memang tidak dirancang untuk dihadapinya. Begitu material timbunan ditumpuk di atas, tekanan akan mendorong lembaran ke benda tersebut sampai tertusuk.

Setelah bersih, ratakan permukaannya dan isi cekungan yang ada. Permukaan yang bergelombang bikin lembaran menggantung di beberapa titik, dan di titik menggantung itulah tegangan terkonsentrasi.

Padatkan subgrade sesuai ketentuan, dan pastikan tidak ada genangan air di permukaan. Menggelar geotextile di atas lumpur atau tanah jenuh membuat lembaran bergerak dan terlipat waktu ditimbun.

Menggelar Lembaran

Gelar lembaran mengikuti arah pekerjaan, biasanya searah dengan arah penimbunan dan lalu lintas alat.

Satu hal yang berlawanan dengan naluri banyak orang: geotextile tidak ditarik kencang. Biarkan lembaran menempel rapi mengikuti kontur permukaan, tanpa tegangan berlebihan.

Ini kebalikan dari memasang mulsa plastik yang memang harus tegang. Geotextile justru perlu sedikit kelonggaran supaya bisa menyesuaikan diri ketika tanah di bawahnya menurun sedikit akibat beban.

Yang tetap harus dijaga adalah kerataannya. Lembaran boleh longgar, tapi tidak boleh berkerut atau terlipat.

Mengatur Overlap dan Arah Sambungan

Sambungan antar lembar dibuat saling menumpang, dan lebarnya menyesuaikan kekuatan tanah dasar. Di tanah yang keras dan stabil, overlap yang relatif sempit sudah cukup. Di tanah lunak, overlap perlu dibuat jauh lebih lebar, karena lembaran akan bergeser saat agregat ditempatkan di atasnya.

Untuk angka pastinya, ikuti spesifikasi proyek. Rentang yang dipakai bisa berbeda jauh antara satu pekerjaan dengan pekerjaan lain, tergantung hasil penyelidikan tanah.

Yang juga penting tapi sering luput adalah arah tumpangannya. Lembaran yang berada di sisi hulu harus menumpang di atas lembaran di sisi hilir, mengikuti arah aliran air dan arah penimbunan. Prinsipnya persis seperti memasang genteng.

Kalau arahnya terbalik, material dan air justru terdorong masuk ke bawah sambungan, dan sambungan itu perlahan terbuka.

Untuk pekerjaan yang menuntut sambungan lebih andal, lembaran bisa dijahit. Kalau dijahit, kekuatan jahitannya yang jadi penentu, bukan kekuatan kainnya, sehingga perlu ditentukan sejak awal.

Menahan Posisi Sebelum Ditimbun

Selama menunggu ditimbun, lembaran perlu ditahan supaya tidak tergeser angin atau terinjak sampai bergulung. Pasak berbentuk U atau pemberat sederhana di sepanjang tepi biasanya sudah cukup.

Jangan berlebihan memasang pasak di area tengah, karena setiap tusukan adalah lubang, dan lubang yang tidak perlu sebaiknya dihindari.

Menimbun Material di Atasnya

Timbun secepat mungkin setelah lembaran digelar. Geotextile yang dibiarkan terbuka akan kehilangan kekuatannya karena sinar ultraviolet, dan banyak spesifikasi membatasi lama paparan ini.

Cara menimbunnya juga ada aturannya. Material ditumpahkan di area yang sudah tertimbun, lalu didorong maju ke arah lembaran yang masih kosong. Jangan menumpahkan agregat langsung dari ketinggian ke atas geotextile.

Lapisan pertama harus mencapai ketebalan tertentu sebelum boleh dilalui alat, umumnya sekitar 20 sampai 30 cm tergantung spesifikasi dan berat alat yang dipakai. Sebelum tebal itu tercapai, tidak ada alat yang boleh melintas.

Hindari juga membelok tajam atau berputar di atas lapisan pertama, karena gaya puntir dari roda atau track bisa menggeser agregat dan merobek lembaran di bawahnya.

geotextile non woven proyek Urban Plastic-7

Kesalahan Pemasangan Geotextile Non Woven yang Paling Sering Ditemui

Delapan hal berikut muncul berulang di banyak proyek, dan menariknya hampir semuanya terjadi bukan karena tim tidak tahu, melainkan karena dianggap sepele saat dikerjakan.

Subgrade Tidak Dibersihkan dengan Benar

Ini juara bertahan. Akar, tunggul, atau serpihan batu yang tertinggal akan menusuk lembaran begitu tertekan beban di atasnya.

Yang bikin repot, lubangnya tidak terlihat dari permukaan. Fungsi separasi hilang di titik-titik itu, dan agregat mulai bercampur tanah tanpa ada yang tahu.

Overlap Terlalu Sempit

Biasanya karena ingin menghemat material. Di tanah keras mungkin masih aman, tapi di tanah lunak lembaran akan bergeser saat agregat ditempatkan, dan overlap yang tadinya pas-pasan jadi terbuka.

Arah Tumpangan Terbalik

Kesalahan ini jarang dibahas tapi cukup sering terjadi, apalagi kalau penggelaran dikerjakan berbalik arah di tengah pekerjaan. Akibatnya air dan material halus terdorong masuk ke bawah sambungan alih-alih mengalir melewatinya.

Lembaran Ditarik Terlalu Kencang

Sering terjadi karena kebiasaan memasang terpal atau mulsa yang memang harus tegang. Padahal geotextile yang terlalu tegang tidak punya ruang menyesuaikan diri saat tanah di bawahnya menurun, dan tarikan itu bisa berujung sobek di bagian tepi.

Dibiarkan Terbuka Terlalu Lama

Kadang karena material timbunan belum datang, kadang karena pekerjaan tertunda hujan. Apa pun alasannya, lembaran yang terpapar matahari berhari-hari sudah kehilangan sebagian kekuatannya sebelum sempat bekerja.

Alat Berat Melintas Langsung di Atas Geotextile

Ini yang paling sering merusak dalam sekali kejadian. Satu excavator atau dump truck yang lewat tanpa lapisan agregat yang memadai bisa merobek lembaran di sepanjang jalur yang dilewatinya.

Sobekan Kecil Dibiarkan

Karena ukurannya kecil dan kelihatannya tidak berbahaya. Padahal di setiap sobekan, tanah lunak di bawah bisa naik dan agregat bisa turun, persis seperti tidak ada geotextile sama sekali di titik itu.

Sobekan sebaiknya ditambal dengan potongan geotextile yang dilebihkan cukup jauh di semua sisi, bukan sekadar ditutup seadanya.

Spesifikasi Disalin dari Proyek Sebelumnya

Gramasi dan jenis geotextile ditentukan dari kondisi tanah, jenis agregat, tebal timbunan, dan beban yang akan diterima. Proyek yang berbeda hampir pasti punya kondisi yang berbeda pula.

geotextile non woven proyek Urban Plastic-3

Hasilnya Ditentukan di Lapangan, Bukan di Meja Pengadaan

Kalau ditarik kesamaan dari semua kesalahan pemasangan geotextile non woven di atas, hampir semuanya bersumber dari pelaksanaan, bukan dari mutu material.

Subgrade yang tidak dibersihkan, overlap yang dipersempit, lembaran yang dibiarkan berjemur berhari-hari, alat berat yang nekat lewat, semuanya terjadi setelah material sampai di lokasi. Geotextile dengan spesifikasi terbaik sekalipun tidak akan menolong kalau tahap ini dikerjakan asal jadi.

Jadi cara pemasangan geotextile sebenarnya bisa diringkas jadi empat hal yang saling berurutan. Pastikan jenis dan gramasinya sesuai kebutuhan, bersihkan dan ratakan permukaan sebelum menggelar, jaga overlap dan arah tumpangannya, lalu timbun secepatnya dengan cara yang benar.

Empat langkah itu tidak butuh alat khusus dan tidak menambah biaya berarti. Yang dibutuhkan cuma pengawasan di hari pemasangan, dan itu jauh lebih murah daripada membongkar perkerasan beberapa tahun kemudian.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Geotextile Non Woven merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 811 1721 338 (Ais) atau: Email: info@urbanplastic.id