Penggunaan geotextile non woven pada taman kini jadi semakin populer. Pada dasarnya, pemasangan geotextile non woven untuk perkuatan tanah taman memang membutuhkan pemahaman. Khususnya terkait cara kerjanya dalam meningkatkan manfaat sekaligus daya tahan setiap jenis taman.
Sekilas Tentang Pemasangan Geotextile Non Woven untuk Perkuatan Tanah Taman
Geotextile non woven adalah salah satu material geosintetik yang sudah banyak digunakan dalam proyek konstruksi, salah satunya tanah. Dalam proyek taman, pemasangan geotextile non woven berfungsi sebagai pemisahan, filtrasi, dan drainase.
Namun, memastikan pemilihan material tepat saja belum cukup. Pahami juga cara pemasangan benar untuk menentukan efektivitas hingga usia pakai material di lapangan. Sebelum masuk ke teknik pemasangan, penting memahami terbuat dari apa produknya.
Geotextile non woven terbuat dari serat sintetis polipropilena. Disatukan tanpa proses tenun, melainkan melalui proses mekanik needle punching. Sehingga menghasilkan lembaran geotekstil berstruktur acak namun berpori, sangat cocok untuk fungsi filtrasi dan drainase tanah.
Cara Pemasangan
Sebelum memasuki proses pemasangan menyeluruh, langkah awal adalah persiapan. Bagi lahan tanam, memperkuat struktur tanah adalah salah satu cara terbaik untuk memastikan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem. Seringnya diinjak, tanpa pengamanan tepat, nyatanya mampu membuat struktur tanah berubah dan mengganggu ekosistem sekitarnya. Lantas langkah apa saja yang dibutuhkan? Berikut penjelasannya.
- Pembersihan Area: Singkirkan batu tajam atau benda keras lain yang berpotensi merobek lembaran geotextile.
- Perataan Tanah: Ubah permukaan tanah agar lebih rata. Kemudian lakukan pemadatan awal supaya struktur tanah stabil.
- Pengukuran Akurat: Ukur luas taman secara cermat. Hal ini bertujuan menentukan kebutuhan bahan sekaligus menghindari sisa potongan terbuang.
- Pemotongan Bahan: Potong material non woven menggunakan cutter atau gunting tajam. Pastikan potongan sudah sesuai ukuran lahan.
- Penyimpanan Aman: Letakkan gulungan, ke tempat kering yang terlindung sinar matahari langsung sebelum dihamparkan.
- Pemberian Pasak: Pakai paku tanah (pasak khusus) pada bagian bagian tepi dan area sambungan. Hal ini bertujuan agar posisi geotextile tidak bergeser terkena angin dan air.
- Penimbunan Material: Lapisi permukaan geotextile yang terpasang menggunakan material penutup, baik itu pasir, kerikil, maupun tanah media tanam. Hindari menginjak langsung permukaan kain tanpa adanya alas.
Fungsi Geotextile Untuk Taman
Jika sudah memahami cara pemasangan, perlu diketahui jika penggunaan geotextile bertujuan untuk mencegah pertumbuhan gulma. Berperan pula sebagai penghalang fisik efektif. Adapun kinerja yang material suguhkan, meliputi:
- Mencegah Gulma: Menjadi penghalang fisik di bawah media tanam agar rumput liar maupun gulma tidak mudah menembus permukaan.
- Pemisah Lapisan: Menjaga kesuburan tanah tanam, tidak bercampur, bahkan tenggelam ke dalam tanah dasar.
- Filtrasi dan Drainase: Memungkinkan air hujan maupun penyiraman meresap ke dalam tanah secara lancar tanpa membawa butiran halus tanah yang berisiko menyumbat saluran air.
- Menstabilkan Permukaan: Mencegah erosi sekaligus menjaga posisi batu kerikil taman tidak ambles bercampur lumpur saat hujan.
- Media Vertical Garden: Sering dijadikan sebagai kantong maupun wadah media tanam. Khususnya saat pembuatan taman vertikal karena terkenal kuat.
Pada dasarnya, pemasangan geotextile pada taman sama dengan investasi menciptakan lingkungan stabil dan sehat untuk setiap bagian. Asalkan mengandalkan produk terpercaya dari PT Urban Plastik Indonesia, bisa dipastikan banyak manfaat meningkatkan keindahan sekaligus keberlanjutan setiap taman. Pemasangan geotextile non woven untuk perkuatan tanah memang penting. Maka dari itu, jangan mengabaikan pemasangannya dengan baik.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Geotextile Non Woven merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 811 1721 338 (Ais) atau: Email: info@urbanplastic.id